RSS

Budaya, Lintas Budaya, Multi Budaya

13 Jan

BUDAYA

Istilah budaya merupakan sesuatu yang kompleks. Apa lagi jika ditelusuri dari asal usul kata di Indonesia, yang berasal dari budi dan daya. Budi berarti pikiran, cara berpikir, atau pengertian; sedangkan daya merujuk pada kekuatan, upaya-upaya, dan hasil-hasil. Jika saja budaya diterjemahkan sebagai produk berpikir dan berkarya, maka jelaslah bahwa budaya memang merupakan sesuatu yang amat luas. Bahkan apapun yang nampak di dunia ini, asalkan bukan ciptaan Tuhan pastilah disebut budaya. Oleh sebab itu Berry, at all, (1992) menegaskan culture as “that complex whole which includes knowledge, belief, art, morals, laws, custom and any other capabilities and habits acquared by man as a member of society”. Bahkan lebih tegas lagi Padden (1980) menjelaskan, bahwa budaya berarti, “the total social heredity of mankind”. Ahli lainnya pun menegaskan demikian (Leong and Kim, 1991 : 112) bahwa culture refers to the widely shared ideals, values, formation and uses of categories, assumptions about life, and goal-directed activities that become unconsciously or subconsciously accepted as ‘right’ and ‘correct’ by people who identify themselves as members of a society”.

Menurut Kroeber dan Kluckhorn, “kebudayaan terdiri atas pola-pola yang secara implisit dan eksplisit menjelaskan dan menentukan perilaku seseorang, yang didapat dan diteruskan melalui beragam simbol, yang membentuk prestasi khusus suatu kelompok manusia, termasuk yang tertuang dalam karya seni; esensi kebudayaan terdiri dari pemikiran-pemikiran tradisional (dalam arti diseleksi dan kemudian diwariskan secara turun-temurun) dan, yang lebih penting, nilai-nilai yang terikat di dalamnya; di satu pihak, sistem kebudayaan adalah produk atau hasil dari suatu tindakan, di lain pihak, sistem kebudayaan juga bisa menjadi elemen yang menetukan suatu tindakan yang akan terjadi” (Adler, 1991:15)

Dengan berpegang kepada definisi di atas, Prof. Adler selanjutnya mengatakan bahwa budaya atau kebudayaan dapat diartikan sebagai:

  1. Sesuatu yang dimiliki bersama oleh semua atau hampir semua anggota suatu kelompok sosial;
  2. Sesuatu yang diwariskan oleh generasi yang lebih tua kepada generasi yang lebih muda dalam kelompok tersebut;
  3. Sesuatu (dalam bentuk moral, hukum, dan tata cara) yang menentukan perilaku, atau struktur persepsi seseorang mengenai lingkungannya atau dunia.

Menurut Kuntjaraningrat (1997) menyimpulkan kebudayaan sebagai keseluruhan upaya dan pemikiran manusia yang dibiaskan melalui proses belajar, termasuk di dalamnya hasil-hasil dari upaya dan pemikiran tersebut.

Definisi lain mengatakan bahwa budaya adalah suatu konsep yang membangkitkan minat. Secara formal budaya didefinisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna, hirarki, agama, waktu, peranan, hubungan ruang, konsep alam semesta, objek-objek materi dan milik yang diperoleh sekelompok besar orang dari generasi ke generasi melalui usaha individu dan kelompok.

 

LINTAS BUDAYA

Lintas budaya adalah upaya untuk membawa bersama dua budaya atau lebih yang berbeda, melebur dengan cara memahami bertingkah laku, berbahasa, berpikir dan hal lainnya yang dilakukan untuk tenggang rasa antar bangsa. Lintas budaya terjadi ketika manusia dengan budayanya berhubungan dengan manusia lain yang berasal dari budaya berbeda, berinteraksi dan bahkan saling mempengaruhi.

Lintas budaya adalah istilah yang sering digunakan untuk menjabarkan situasi ketika sebuah budaya berinteraksi dengan budaya lain dan keduanya saling memberikan pengaruh dan dampak baik positif maupun negatif, seperti yang terjadi dalam setiap kegiatan wisata, dimana wisatawan dipastikan melakukan interaksi dan memberikan dampak baik positif maupun negatif kepada masyarakat setempat.

 

MULTIBUDAYA

Secara sederhana multi kultural dapat dipahami sebagai keragaman budaya dalam satu komunitas. Di dalamnya terdapat interaksi, toleransi, dan bahkan integrasi-desintegrasi. Singkat kata, multibudaya merupakan suatu fakta yang harus diterima dan diolah secara positif demi perkembangan kebudayaan.

Will Kymlicka, profesor filsafat pada Queen University Canada dalam bukunya Multicultural Citizenship, menyebutkan bahwa multibudaya merupakan suatu pengakuan, penghargaan, dan keadilan terhadap etnik minoritas baik yang menyangkut hak-hak universal yang melekat pada hak-hak individu maupun komunitasnya yang bersifat kolektif dalam mengekspresikan kebudayaannya (Kymlicka, 2002: 8, 24),.

Sedikit berbeda dengan Stavenhagen (1986), yang memandangnya bahwa konsep “multibudaya” mengandung dua pengertian. Konsep pertama; ia merupakan realitas sosial dalam masyarakat yang heterogen. Pernyataan dari segi ini sebanyak 95 % negara-negara di dunia pada dasarnya adalah bersifat multibudaya mengingat secara etnis dan budaya bersifat plural. Konsep kedua; multibudaya telah diangkat sebagai suatu keyakinan, ideologi, sikap, maupun kebijakan yang menghargai pluralisme etnik dan budayanya sebagai sesuatu yang berharga, potensial, yang harus dipelihara dan ditumbuhkembangkan.

 

SUMBER:

A, Ismayanti. (2008). Manfaat Pembelajaran Lintas Budaya dalam Industri Pariwisata [Online]. 2, 8. Tersedia:

http://www.puslitjaknov.org/data/file/2008/makalah_peserta/40_Ismayanti%20A.Par_Paper%20Manfaat%20Pembelajaran%20Lintas%20Budaya%20dalam%20Kepariwisataan.pdf [23 September 2010].

 

Adam, J. (2007). Pendidikan Multikultural dan Paket Multikultural [Online]. 1. Tersedia: http://www.ntt-academia.org/opini/JADAM-04-O-2007.doc [23 September 2010].

 

Mulyana, D. dan Rakhmat, J. (1998). Komunikasi Antar Budaya: Panduan Berkomunikasi dengan Orang-orang Berbeda Budaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

 

Ruky, A. (2000). Menjadi Seorang Manajer Internasional: Dengan Keterampilan Manajerial dan Komunikasi Lintas Budaya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

 

Supardan, D. (2010). Pendidikan Multubudaya [Online]. 2. Tersedia:

http://file.upi.edu/ai.php?dir=Direktori/B%20-%20FPIPS/JUR.%20PEND.%20SEJARAH/195704081984031%20-%20DADANG%20SUPARDAN/&file=PENDIDIKAN%20%20MULTIBUDAYA.pdf [23 September 2010].

 

Supriatna, M. (2009). Bimbingan dan Konseling Lintas Budaya [Online]. 8. Tersedia: http://perpustakaan.upi.edu/index.php?option=com_wrapper&Itemid=38 [23 September 2010].

About these ads
 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: