RSS

Hakikat Doa

17 Jan

Dilihat dari sisi kebahasaan, doa berarti panggilan. Sedangkan secara syara’ doa berarti permohonan kepada Allah SWT agar segala keinginan dan kebutuhan kita terpenuhi, dengan disertai kerendahan hari dan ketundukan kepada-Nya.

Dengan demikian hakikat doa itu adalah permohonan seorang hamba kepada Allah SWT agar segala kebutuhannya dapat diperoleh serta terhindar dari segala bencana dan kesusahan yang akan menimpanya. Dalam hal menolak bencana, Ibnul Qayyim menyatakan ada tiga fungsi doa yakni:

“Fungsi doa di dalam menghadapi cobaan itu ada tiga. Pertama, doa lebih kuat dari cobaan yang menimpa seseorang. Maka doa itu dapat menolak bala tersebut. Kedua, doa lebih lemah dari bala yang menimpa, sehingga seseorang tetap diberikan cobaan tersebut. Dan doa berfungsi mengurangi atau meringankan cobaan yang menimpa itu. ketiga, antara doa dan bala saling mengungguli. Manakala lebih kuat doanya maka bala tidak akan menimpa. Demikia pula sebaliknya. Hal ini berdasasrkan hadits Nabi SAW, “Tidak ada gunanya takut pada takdir Allah SWT. Doa bermanfaat bagi sesuatu yang telah terjadi ataupun belum terjadi. Sesungguhnya bala akan datang dan bertemu dengan doa. Keduanya akan bertarung sampai hari kiamat.” (HR Hakim). Dan juga hadits, “Doa itu bermanfaat bagi sesuatu yang telah terjadi ataupun belum terjadi, maka hendaklah engkau berdoa wahai hamba Allah SWT.” (Al-Jawabul Kafi Liman Sa’ala An Dawa’is Syafi, hal 18)

Ibnu Athaillah As-Sakandari menyatakan:

“Manakala Allah SWT menggerakan lidahmu untuk memohon kepada-Nya, maka itu tanda-tanda bahwa Allah SWT akan mengabulkan apa yang kamu minta.” (Syarhul Hikam, 75)

Mengingat fungsinya yang sangat besar dalam kehidupan seorang mukmin, maka pantaslah Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa doa merupakan sejata orang yang beriman. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Doa itu merupakan senjatanya orang mukmin, pilar agama serta cahaya langit dan bumi.” (HR. Hakim)

Doa dan permohonan merupakan sesuatu yang berperan sebagai senjata. Sedangkan senjata itu bergantung pada yang menggunakannya bukan sekedar ketajamannya belaka. Apabila senjata tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, tentu tidak ada gunanya sedikitpun. Lengan tangan orang yang menggunakannya harus kuat dan orang yang menggunakannya mengerti cara menggunakannya.

Maka apabila doa itu sendiri tidak baik dan orang yang berdoa tidak khusyu’ dalam qolbu dan lidahnya, atau hal-hal yang mencegah terkabulnya doa tersebut, seperti makan dan minum barang-barang yang haram, maka tentu doa yang dipanjatkan itu tidak ada gunanya.

Namun bukan berarti doa itu untuk menghilangkan atau tidak terima dengan takdir Allah SWT, sebab berdoa itu sendiri merupakan bagian dari takdir. Sebagaimana ungkapan Imam Al-Ghazali yang dikutip dalam kita Al-Adzkar karangan Imam Nawawi:

“Jika ada yang menanyakan apakah fungsinya doa itu? padahal qadha itu tidak bisa dihalangi. Maka ketahuilah bahwa termasuk qadha Allah SWT adalah tertolaknya bala dengan doa.” (Al-Adzkar, 354)

Ibnu Qayyim menyatakan:

“Doa adalah tanda khusus yang diberikan Allah SWT sebagai indikasi atas sampainya sebuah hajat. Maka manakala Allah SWT memberi peluang kepada seseorang untuk berdoa, maka hal itu merupakan tanda bahwa hajatnya akan terpenuhi. Sebagaimana ada awan hitam pekat dan dingin pada musim kemarau. Maka itu merupakan tanda hujan akan turun.” (Al-Jawabul Kafi Liman Sa’ala An Dawa’is Syafi, hal 18)

Karena itu pada hakikatnya, doa hanya merupakan sebab terwujudnya suatu hajat. Dan tidak ada sebab yang lebih kuat kecuali doa. Sebagaimana penjelasan Ibnul Qayyim.

“Tidak ada satupun sebaba yang lebih bermanfaat serta lebih mendekatkan pada tujuan melainkan doa.” (Al-Jawabul Kafi Liman Sa’ala An Dawa’is Syafi, hal 18)

 

Dikutip dari:

Abdusshomad, M. (2005). Penuntut Qolbu. Surabaya: Khalista.

About these ads
 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: