RSS

Arsip Kategori: Perkuliahan Bimbingan dan Konseling

Budaya dan Perkembangan

Tiap kebudayaan memiliki pengetahuan tentang kompetensi-kompetensi apa saja yang dibutuhkan agar bisa berfungsi secara memadai (Ogebu, 1981). Kompetensi-kompetensi ini berbeda-beda antar budaya dalam lingkungan, dan anak-anak tersosialisasi dalam ekologi-ekologi yang mendorong berkembangnya kompetensi tertentu (Harrison, Wilson, Pine, Chan, & Buriel, 1990). Read the rest of this entry »

 

Kebudayaan dan Proses Dasar Psikologis

Persepsi adalah kemampuan seorang individu memberi makna pada informasi-informasi yang telah diperolehnya. Hubungan dan pengaruh budaya ini tentu sangat menentukan perbedaan dan persamaan persepsi atas proses berpikir seorang individu. Individu dibesarkan sesuai dengan nilai-nilai tertentu yang berlaku dalam masyarakatnya dan diturunkan secara turun-temurun. Nilai-nilai yang dianut inilah yang sangat menentukan bagaimana seseorang dapat mempersepsi objek-objek yang ditangkap melalui proses kognisinya.
Read the rest of this entry »

 

Evaluasi Penelitian Lintas Budaya

Evaluasi penelitian Lintas Budaya dilakukan untuk mengetahui apakah suatu penelitian dibuat berdasarkan metode dan prosedur yang sesuai dengan standar ilmiah dalam hal validitas dan reliabilitas-nya. Dimana penelitian lintas budaya ini didasarkan pada pendekatan yang bertujuan untuk (1) menguji hipotesis yang dihasilkan dari kerangka teori dan (2) menggeneralisasikan temuan penelitian untuk populasi yang lebih besar. Read the rest of this entry »

 

Etnosentrisme, Stereotip, dan Prasangka

A.      ETNOSENTRISME

Etnosentris adalah kecenderungan untuk melihat dunia melalui filter budaya sendiri. Istilah ini sering dipandang  negatif, yang didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk melihat orang lain dengan cara di luar latar belakang budaya anda sendiri. Sebuah definisi terkait etnosentrisme memiliki kecenderungan untuk menilai orang dari kelompok, masyarakat, atau gaya hidup yang lain sesuai dengan standar dalam kelompok atau budaya sendiri, seringkali melihat kelompok lainnya sebagai inferior (lebih rendah) (Healey, 1998; Noel, 1968). Read the rest of this entry »

 
 

Kebudayaan dan Diri

A.      DIRI

Self” adalah sebuah konsep abstrak yang membantu kita untuk mengerti tentang komposisi psikologis. Tapi, karena konsep abstrak, kita tidak selalu sadar akan pengaruhnya dalam diri kita, apalagi pada orang lain.

Pemahaman diri sangat penting dan integral untuk menentukan pikiran, perasaan, tindakan, dan bagaimana kita memandang dunia dan diri kita sendiri serta orang lain di dunia, termasuk hubungan kita dengan orang lain, tempat, benda, dan peristiwa. Singkatnya, pemahaman diri merupakan inti dari keberadaan kita, secara tidak sadar dan otomatis mempengaruhi setiap pikiran, tindakan, dan perasaan kita. Setiap individu membawa dan menggunakan atribut internal untuk memandu pikiran dan tindakannya dalam situasi sosial yang berbeda. Read the rest of this entry »

 

Budaya, Lintas Budaya, Multi Budaya

BUDAYA

Istilah budaya merupakan sesuatu yang kompleks. Apa lagi jika ditelusuri dari asal usul kata di Indonesia, yang berasal dari budi dan daya. Budi berarti pikiran, cara berpikir, atau pengertian; sedangkan daya merujuk pada kekuatan, upaya-upaya, dan hasil-hasil. Jika saja budaya diterjemahkan sebagai produk berpikir dan berkarya, maka jelaslah bahwa budaya memang merupakan sesuatu yang amat luas. Bahkan apapun yang nampak di dunia ini, asalkan bukan ciptaan Tuhan pastilah disebut budaya. Oleh sebab itu Berry, at all, (1992) menegaskan culture as “that complex whole which includes knowledge, belief, art, morals, laws, custom and any other capabilities and habits acquared by man as a member of society”. Bahkan lebih tegas lagi Padden (1980) menjelaskan, bahwa budaya berarti, “the total social heredity of mankind”. Ahli lainnya pun menegaskan demikian (Leong and Kim, 1991 : 112) bahwa culture refers to the widely shared ideals, values, formation and uses of categories, assumptions about life, and goal-directed activities that become unconsciously or subconsciously accepted as ‘right’ and ‘correct’ by people who identify themselves as members of a society”. Read the rest of this entry »

 

Pengertian Imitasi, Akulturasi, Demografi, Globalisasi, Variabel, Unik

IMITASI

Imitasi merupakan tindakan meniru pihak lain, dalam hal tindakan dan penampilan, seperti cara berbicara, cara berjalan, cara berpakaian, dan sebagainya. Imitasi atau meniru adalah suatu proses kognisi untuk melakukan tindakan maupun aksi seperti yang dilakukan oleh model dengan melibatkan indera sebagai penerima rangsang dan pemasangan kemampuan persepsi untuk mengolah informasi dari rangsang dengan kemampuan aksi untuk melakukan gerakan motorik (http://id.wikipedia.org). Imitasi adalah proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain melalui sikap, penampilan, gaya hidupnya, bahkan apa saja yang dimiliki orang lain (Rahman D dkk, 2000: 23). Read the rest of this entry »

 

Resume Bab Personality Testing

Definisi Kepribadian

Menurut Gordon W. Allport, kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas. Terjadi Interaksi Psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia. Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri kita. Dapat dikatakan bahwa kepribadian itu bersumber dari bentukan-bentukan yang kita terima dari lingkungan, misalnya bentukan dari keluarga pada masa kecil kita dan juga bawaan yang dibawa sejak lahir. Jadi yang disebut kepribadian itu sebetulnya adalah campuran dari hal-hal yang bersifat psikologis kejiwaan dan juga yang bersifat fisik. Read the rest of this entry »

 

Resume Bab Interest Testing

Istilah  interests test (Tes Minat), indikatornya terkait dengan ketertarikan atau minat  individu terhadap area atau aktivitas bidang kerja, misalnya apakah suka bekerja dengan angka, kegiatan menganalisis, bertemu dengan orang, menjual, dan sebagainya.
Read the rest of this entry »

 

Resume Bab Issues in Ability Testing

Perbedaan antara skor tes kaum minoritas dengan kulit putih pada tes kecerdasan umumnya tentang ukuran yang sama dengan deviasi standar dari ujian, atau sekitar 15 poin, meskipun kesenjangan ini tampaknya menyusut. Perbedaan nilai tes rata-rata menunjukkan bahwa relatif sedikit kaum minoritas yang menerima skor tes tinggi dan terwakili di antara mereka yang menerima skor rendah pada tes. Akibatnya, jika tes digunakan sebagai satu-satunya metode untuk membuat keputusan, minoritas akan lebih sedikit pilihan ke sekolah-sekolah, pekerjaan, dan program pelatihan, dibandingkan jika keputusan diambil secara acak atau jika kuota dikenakan. Dalam konteks sangat selektif (misalnya, sekolah bergengsi), penggunaan tes sebagai alat tunggal untuk membuat keputusan lebih efektif untuk menyeleksi para calon siswa. Read the rest of this entry »

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: