Pengertian Bimbingan

Secara harfiah istilah “guidance” berasal dari akar kata “guide”, yang berarti: (1) mengarahkan (to direct), (2) memandu (to pilot), (3) mengelola (to manage), dan (4) menyetir (to steer) (Yusuf, 2009: 37).

Secara istilah, banyak para ahli yang mendefinisikan arti dari kata bimbingan diantaranya sebagai berikut.

Frank W. Miller (Willis, 2010: 11) mengartikan bimbingan sebagai proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan bagi penyesuaian diri secara baik dan maksimum di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Chaplin (2008, 217) mengartikan bimbingan sebagai prosedur yang digunakan dalam memberikan bantuan pada seseorang individu untuk menemukan kepuasan maksimum dalam karir pendidikan dan kejuruan mereka.

Arthur J. Jones (Willis, 2010: 11) mengartikan bimbingan sebagai “The help given by one person to another in making choices and adjusment and in solving problems”.

Shertzer dan Stone (Yusuf, 2009: 38) mengartikan bimbingan sebagai “Process of helping an individual to understand himself and his world (Proses pemberian bantuan kepada siswa agar mampu memahami diri dan lingkungannya)”.

Menurut Donald G. Mortensen dan Alan M. Schmuller (Yusuf, 2009: 37), Guidance may be defined as that part of the total educational program that helps provide the personal oppotunities and specialized staff services by which each individual can develop to the fullest of his abilities and capacities in term of the democratic idea.

Rochman Natawidjaja (Yusuf, 2009: 38) mengartikan bimbingan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada siswa yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya siswa tersebut dapat memahami dirinya, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan kehidupan secara umumnya. Dengan demikian dia akan dapat menikmati kebahagiaan hidupnya, dan dapat memberi sumbangan yang berarti kepada kehidupan masyarakat pada umumnya. Bimbingan membantu siswa mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk sosial”.

Sunaryo Kartadinata (Yusuf, 2009: 38) mengartikan bimbingan sebagai “proses membantu siswa untuk mencapai perkembangan secara optimal”.

Uman Suherman (2007: 10) mendefiniskan bimbingan sebagai proses bantuan kepada individu (konseli) sebagai bagian dari program pendidikan yang dilakukan oleh tenaga ahli (konselor) agar individu (konseli) mampu memahami dan mengembangkan potensinya secara optimal sesuai dengan tuntutan lingkungannya.

Syamsu Yusuf (2009: 38) mendefinisikan bimbingan sebagai proses pemberian bantuan (process of helping) konselor kepada individu (konseli) secara berkesinambungan agar mampu memahami potensi diri dan lingkungannya, menerima diri, mengembangkan dirinya secara optimal, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norman kehidupan (agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahgia), baik secara personal maupun sosial.

Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah proses bantuan konselor kepada konseli untuk mencapai perkembangan yang optimal.

 

Sumber:

Chaplin, J. P. (2008). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Willis. S. S. (2010). Konseling Individual: Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta.

Yusuf, S. (2009). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Rizqi Press.

Suherman, U. (2007). Manajemen Bimbingan dan Konseling. Bekasi: Madani.

About these ads

One thought on “Pengertian Bimbingan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s